Senin, 28 September 2015

Tugas 1. Ilmu Sosial Dasar


I. Perbedaan dan persamaan antara Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu pengertian dari Ilmu-ilmu Sosial, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

a. Ilmu-ilmu Sosial

Ilmu-ilmu sosial berkembang terus sesuai dengan kebutuhan manusia dalam era pembangunan, khususnya Indonesia.

Ilmu-ilmu sosial bermula dari filsafat yang merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan. Dari filsafat inilah lahir tiga cabang ilmu pengetahuan, salah satunya adalah ilmu-ilmu sosial sedangkan dua diantara lainnya adalah Natural Science/ ilmu-ilmu alamiah dan Humanities/ ilmu-ilmu budaya.

Ilmu-ilmu sosial terdiri dari sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, gografi dan lain-lain
                                                                                                                      
b. Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar (ISD) merupakan sebuah kajian yang sifatnya tidak terpaku dengan bidang keahlian (disiplin) tertentu atau biasa disebut dengan interdisiplin. Pengertian interdisiplin  yaitu mencakup dari berbagai bidang keahlian seperti sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.

Dapat dikatakan bahwa Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah gabungan dari disiplin ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah sosial yang timbul dan berkembang dalam masyarakat.
                            
c. Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran terutama di sekolah dasar dan menengah (elementry and secondary school). Dengan demikian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ialah ilmu-ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi penggunaan program pendidikan di sekolah atau kelompok belajar lainnya yang sederajat.

Ilmu Pengetahuan Sosial terbagi atas beberapa disiplin ilmu sosial seperti geografi, sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, dan ilmu-ilmu sosial lainnya kemudian menjadi bahan baku bagi pelaksanaan pengajaran di sekolah dasar dan menengah. Tetapi, tidak semua ilmu-ilmu sosial otomatis dapat menjadi bahan pokok bahasan dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) karena disesuaikan dengan tingkat usia, jenjang pendidikan dan perkembangan pengetahuan anak didik sangat menentukan materi ilmu-ilmu sosial mana yang tepat menjadi bahan pokok bahasan dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Berbeda dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Ilmu Sosial Dasar (ISD) memberikan dasar-dasar pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kepada mahasiswa khususnya, yang diharapkan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan memberi alternatif pemecahan masalah dalam kehidupan masyarakat.

Dengan mengetahui pengertian diatas maka kita dapat persamaan dan perbedaan antara Ilmu Sosial Dasar dengan Ilmu Pengetahuan.
                                                                                             
Perbedaannya antara lain :
    1.          Ilmu Sosial Dasar (ISD) diberikan di jenjang Perguruan Tinggi sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diberikan di sekolah dasar dan menengah.
    2.          Ilmu Sosial Dasar (ISD) merupakan mata kuliah tunggal Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).

    3.          Ilmu Sosial Dasar (ISD) diarahkan kepada Mahasiswa sebagai upaya Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lainnya. sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diarahkan kepada Siswa sebagai upaya membantu mengenali dan mempelajari disiplin-disiplin ilmu sosial

Sedangkan untuk Persamaannya antara lain :
      1.       Baik Ilmu Sosial Dasar (ISD) maupun Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan.
      2.       Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menuntut siswa atau mahasiswa agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sosial untuk memberi alternatif pemecahan masalah dalam kehidupan masyarakat.
      3.       Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan dan masalah sosial.

II. Ilmu Pengetahuan terbagi dalam 3 kelompok besar, yaitu Ilmu-ilmu Alamiah, Ilmu-ilmu Sosial, dan Ilmu-ilmu Budaya. Sebutkan perbedaan ilmu-ilmu tersebut!

Sebelumnya kita sudah mengetahui sedikit, darimana ilmu pengetahuan berasal. Benar, ilmu pengetahuan berasal dari filsafat, kemudian daripada itu lahirlah tiga cabang ilmu pengetahuan yaitu, Ilmu-ilmu Alamiah, Ilmu-Ilmu Sosial, Ilmu-ilmu Budaya. Berikut beberapa penjelasan mengenai tiga cabang ilmu tsb.

1. Ilmu-ilmu Alamiah

Ilmu alam atau ilmu pengetahuan alam adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun.

Ilmu alam mempelajari aspek-aspek fisik & nonmanusia tentang Bumi dan alam sekitarnya. Ilmu-ilmu alam membentuk landasan bagi ilmu terapan, yang keduanya dibedakan dari ilmu sosial, humaniora, teologi, dan seni.

Tingkat kepastian ilmu alam relatif tinggi mengingat obyeknya yang kongkrit, karena hal ini ilmu alam lazim juga disebut ilmu pasti.

Cabang-cabang Utama dari Ilmu Alam adalah Astronomi , Biologi, Ekologi, Fisika, Geologi, Geografi fisik berbasis ilmu, Ilmu bumi, Kimia.

2. Ilmu-ilmu Sosial

Ilmu sosial atau ilmu pengetahuan sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif.

Ilmu sosial, dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural, sebelumnya dianggap kurang ilmiah bila dibanding dengan ilmu alam. Namun sekarang, beberapa bagian dari ilmu sosial telah banyak menggunakan metoda kuantitatif.

Penggunaan metoda kuantitatif dan kualitatif telah makin banyak diintegrasikan dalam studi tentang tindakan manusia serta implikasi dan konsekuensinya.
Cabang-cabang Utama dari Ilmu Sosial adalah Antropologi, Ekonomi, Hukum, Linguistik, Pendidikan, Politik, Sejarah, Sosiologi.

3. Ilmu-ilmu Budaya

Ilmu budaya adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti fakta yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan beragam peristiwa dan kejadian nyata yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Pengetahuan budaya dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian atau disiplin ilmu seni dan filsafat.
Cabang-cabang Ilmu budaya meliputi bahasa, agama, kesusastraan, kesenian dan lain-lain.

Perbedaan antara Ilmu Alam, Ilmu Sosial dan budaya dapat dilihat dalam tabel pembanding dibawah ini : 

Pembanding
Ilmu Alam
Ilmu Sosial
Ilmu Budaya
Variabel Penelitian
Penelitian meliputi beberapa variabel dalam jumlah yang relatif kecil dan dapat diukur secara tepat
Variabel ilmu sosial sangat banyak dan rumit
Variabel ilmu budaya sangat banyak mencakup berbagai aspek kehidupan,baik alam maupun masyarakat.
Pengamatan Objek
Peluang kebenaran pada perlakuan yang sama pada objek penelitian ilmu-ilmu alam menghasilkan peluang besar kesamaan hasil
Perlakuan yang sama terhadap setiap individu dalam penelitian ilmu sosial bisa menghasilkan suatu tabulasi
Perlakuan yang sama pada setiap objek yg diteliti menghasilkan sesuatu yang beragam sesuai tingkat kebudayaannya

Obyek Penelitian
1. Gejala fisik pada umumnya   bersifat seragam dan dapat diamati secara langsung.





1. Gejala sosial bersifat unik dan sukar terulang kembali.




Hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan Tuhan.
2. Gejala fisik kealaman seperti unsur kimia bukanlah suatu individu melainkan barang mati.

2. Ahli ilmu sosial mempelajari manusia, makhluk hidup yang penuh tujuan dalam tingkah lakunya.

1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Bersifat objektif.

3. Terkadang tidak bersifat objektif karena ia merupakan bagian integral dari obyek kehidupan yang ditelaahnya.

3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
4. Ahli ilmu alam mempelajari fakta yang terdapat pada alam.

4. Ahli ilmu sosial mempelajari fakta yang terdapat dalam masyarakat kondisional.

5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
5. Ahli ilmu alam menyelidiki proses alami dan menyusun hukum yang bersifat umum mengenai proses alam.
5. Ahli ilmu sosial tak bisa melepaskan diri dari jalinan unsur-unsur kejadian sosial.
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan


Refferensi: