Minggu, 06 Desember 2015

Tugas 10. Ilmu Sosial Dasar

Pranata Sosial

Definisi Pranata Sosial

Pranata sosial berasal dari bahasa Inggris, social institution yang berarti lembaga masyarakat, bangunan sosial, lembaga sosial.



Menurut para ahli, pranata sosial berarti :
  • Menurut Prof. Dr. Kontjaraningrat, pranata sosial merupakan suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
  • Menurut Dr. Soerjono Soekanto, pranata sosial adalah himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam masyarakat.
Dari berbagai pendapat, dapat diambil kesimpulan bahwa pranata sosial adalah sistem yang tersusun berdasarkan tingkah laku yang berbeda dari organisasi atau grup yang terdiri atas sejumlah orang.

Pranata sosial selalu terdapat dalam masyarakat, baik masyarakat sederhana maupun yang sudah modern. Hal ini karena merupakan kebutuhan mutlak dalam berkehidupan sehari-hari agar dapat berjalan selaras dan harmonis dalam masyarakat.

Macam-macam Pranata Sosial

Dr. Koentjaraningrat  membagi lembaga sosial / pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam berdasarkan tujuannya :
  1. Memenuhi kebutuhan sosial dan kekerabatan atau domestic institutions. Misal : gotong royong untuk membersihkan lingkungan setiap akhir pekan.
  2. Memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup, memproduksi, menimbun, dan mendistribusikan harta benda (economic institutions) Misal :  berjualan atau bertani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  3. Memenuhi kebutuhan pengetahuan dan pendidikan manusia (educational institutions). Misal : Wajib sekolah 12 tahun
  4. Memenuhi kebutuhan ilmiah manusia (scientific institutions). Misal :  Seorang pakar kesehatan membantu menemukan vaksin baru.
  5. Memenuhi kebutuhan manusia untuk menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aesthetic and recreational institutions). Misal : Menggambarkan melalui lukisan atau nyanyian.
  6. Memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan (religius institutions). Misal : Karyawan yang pergi ke masjid untuk shalat jum’at.
  7. Memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara (political institutions). Misal: Pak RT menyarankan agar tamu wajib lapor 1 x 24 jam.
  8. Memenuhi kebutuhan jasmani manusia (somatic institutions). Misal : Setiap 6 bulan sekali masyarakat dianjurkan untuk cek kesehatan gigi dan mulut.

Tugas 9. Ilmu Sosial Dasar

Pemuda

Definis Pemuda

Pemuda diidentikkan dengan kaum muda yang merupakan generasi bangsa, yang akan menentukan perubahan-perubahan dimasa yang akan datang. Sebagai seorang mahasiswa / mahasiswi kita adalah pemuda yang memiliki intelektual yang dapat berpikir demi perubahan dan kemajuan negara ini. Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural daripada pengertian ini.

Di dalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.

Peranan Pemuda dalam Masyarakat

A.  Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.
Berdasarkan peran yang pertama dibedakan atas:
1.      Peranan pemuda sebagai individu-individu yang meneruskan tradisi mendukung tradisi dan yang oleh sebab itu dengan sendirinya berusaha mentaati tradisi yang berlaku, kebudayaan yang berlakudalam tingkah laku perbuatan masing-masing . Dalam hubungannya dengan persoalan ini menjadi kewajiban bagi pemuda untuk melestarikan kebudayaan bangsa.
2.  Peranan pemuda sebagai individu-individu yang berusaha menyesuaikan diri, baik dengan orang-orang atau golongan yang berusaha mengubah tradisi, dengan demikian akan terjadi perubahan dalam tradisi dalam masyarakat.

B.    Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Berdasarkan peranan pemuda yang kedua dibedakan atas:
1. Jenis pemuda urakan: jenis pemuda yang tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat, tidak ingin untuk mengadakan perubahan dalam kebudayaan, akan tetapi ingin kebebasan bagi dirinya sendiri, kebebasan untuk menentukan kehendak diri sendiri.
2.   Jenis pemuda nakal: pemuda inipun tidak ingin, tidak berminat dan tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat ataupun kebudayaan, melainkan berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan yang mereka anggap menguntungkan dirinya tetapi merugikan masyarakat.
3.  Jenis pemuda radikal: pemuda radikal berkeinginan untuk mengadakan perubahan revolusioner. Mereka tidak puas, tak bisa menerima kenyataan-kenyataan yang mereka hadapi dan oleh sebab itu mereka berusaha baik secara lisan maupun dalam tindakan rencana jangka panjang asal saja keadaan berubah sekarang juga.

C.   Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda
1.   Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Maha Esa, nilai-nilai kerohanian yang luhur dab falsafah hidup Pancasila. Ialah pengembangan insan ber-Ke Tuhanan Yang Maha Esa, yang bertakwa kepada-Nya dalam segala aspek kehidupannya, berbudi pekerti luhur dan bermoral Pancasila.
2. Orientasi ke dalam terhadap dirinya sendiri, ialah pengembangan sebagai insan biologis, insan intelek serta insan kerja guna mengembangkan bakat-bakat dan kemampuan jasmaniah dan rohaniah agar dapat memberikan prestasi yang semaksimal mungkin dengan mengembangkan fakor-faktor kemampuan dalam dirinya.
3.      Orientasi ke luar terhadap lingkungan (budaya, sosial, dan moral) dan masa depannya.
·        Pengembangan sebagai insan sosial budaya.
·        Pengembangan sebagai insan sosial politik dan sebagai insan patriot.
·   Pengembangan sebagai insan sosial ekonomi, termasuk di sini adalah sebagai  insan kerja dan insan profesi yang memilki kemampuan untuk menggali,     memanfaatkan dan mendayagunakan sumber alam serta menjaga kelestariannya.
·  Pengembangan pemuda terhadap masa depannya. Kepekaan terhadap masa depannya akan menumbuhkan kemampuan untuk mawas diri, kreatif, kritis, serta menumbuhkan kesadaran bagi kesinambungan nilai-nilai luhur bangsa dan negara

D.   Kelompok Jalur Utama Pemuda
1.  Jalur keluarga: pelaksanaan pembinaan dan pengembangan adalah orang tua serta anggota keluarga terdekat yang merupakan lingkungan pertama dalam rangka pelaksanaan konsepsi pendidikan seumur hidup.
2.  Jalur generasi muda: masuk di dalam organisasi-organisasi pemuda yang telah ada selama ini. Jalur yang dimaksud adalah:
·      Jalur SLTA dan SMA melalui OSIS
·      Jalur kampus/perguruan tinggi/akademi, melalui senant mahasiswa dan sebagainya.
           
Peranan Sebagai Mahasiswa dalam Masyarakat

Mahasiswa memiliki peranan penting di lingkungan masyarakat sekitarnya. Mahasiswa diharapkan mampu menyumbangkan pengetahuannya kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya. Sebab masyarakat itu sendiri telah memiliki cara pandang bahwa mahasiswa adalah cerminan masyarakat di masa depan yang memiliki nilai kependidikan yang lebih dan berpengetahuan luas. 

Kamis, 03 Desember 2015

Tugas 8. Ilmu Sosial Dasar

Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan, terdiri dari banyak pulau yang dipisahkan oleh lautan,saking banyaknya pulau otomatis banyak pula suku serta kebudayaan yang beraneka ragam. Pun begitu dengan corak kehidupan sosial masyarakatnya.

Disini saya akan membahas sedikit mengenai gambaran kehidupan sosial masyarakat indonesia saat ini. Secara umum, kehidupan sosial masyarakat dapat terbagi atas

1. Kehidupan sosial masyarakat Indonesia modern

Seiring dengan perkembangan zaman. Pesatnya kemajuan teknologi  dan informasi, maka terjadi berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat. yaitu perubahan pada pola hidup dan fikir manusia yang membentuk masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Masyarkat ini mempunyai karakteristik yang maju, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, pembaharuan dan lain sebagainya.

Kehidupan sosial masyarakat indonesia modern biasanya akan kita dapati di wilayah perkotaan atau kota-kota besar.

Sebagai contoh, pada masyarakat indonesia modern, belanja kebutuhan sehari-hari lebih memilih ke Supermarket ketimbang pasar tradisional. Entah dengan alasan apa, mereka menganggap belanja di supermarket terlihat lebih 'berkelas' atau bisa juga lebih nyaman dari pada becek-becekan di pasara tradisional sebagai contoh dapat dilihat pada ilustrasi suasana pasar modern atau biasa disebut supermarket



2. Kehidupan sosial masyarakat Indonesia tradisional

Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang menjunjung tinggi leluhurnya dan memegang teguh adat istiadatnya. Pada umumnya masyarakat tradisional adalam masyarakat yang memiliki pandangan bahwa melaksanakan warisan nenek moyangnya yang berupa nilai-nilai hidup, norma, harapan, cita-cita, merupakan kewajiban, kebutuhan, dan kebanggaan. Melaksanakan tradisi leluhur berarti menjaga keharmonisan masyarakat, namun sebaliknya melanggar tradisi berarti dapat merusak keharmonisan masyarakat.

Contoh ilustrasi masyarakat indonesia tradisional




Kehidupan Masyarakat yang Ideal

Menurut saya, Kehidupan masyarakat yang ideal adalah gabungan antara masyarakat dengan kecanggihan teknologi maju dan modern namun tidak melupakan hal-hal positif yang luhur, seperti saling berbaur, membantu bahu-membahu, dan gotong royong. 


Percampuran ke dua sisi tersebut akan menghasilkan sebuah kehidupan masyarakat yang cerdas dan berfikir maju namun syarat akan kekeluargaan, sehingga hubungan masyarakat menjadi damai, minim konflik dan kriminalismeserta harmonisasi

Jumat, 27 November 2015

Tugas 7. Ilmu Sosial Dasar

Kelompok Sosial
Kelompok adalah sekumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Bergabung dengan sebuah kelompok adalah suatu pilihan. Namun terdapat dua faktor yang mengarahkan kepada pilihat tersebut yaitu kedekatan dan kesaman. Semakin dekat sesoerang maka mereka semakin sering saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Jadi, kedekatan fisik merupakan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang menjadi terbentuknya kelompok sosial. Namun tidak hanya itu, kelompok juga terbentuk karena adanya kesamaan antar anggota-anggotanya. Kesamaan artinya, kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelegensi, atau karakter personal lain.

Berdasarkan cara pandang seseorang terhadap berbagai kelompok yang melingkupi hidupnya, kelompok dibedakan menjadi:

a. In-group
Semua kelompok di mana seseorang merasa menjadi anggotanya dan mengharapkan pengakuan, kesetiaan, dan pertolongan. Sifat in-group didasarkan pada faktor simpat dan kedekatan dengan anggotak kelompok. Seperti, dian adalah siswa kelas X-A SMA Harapan Pertiwi, maka yang menjadi in-group Dian adalah kelas X-A. 

b. Out-group
Semua kelompok di mana seseorang merasa bukan sebagai anggotanya dan mungkin akan menunjukkan permusuhan, kompetisi damai, atau sekedar merasa berbeda. Seperti, out- qroup bagi Dian adalah kelas selain kelas X-A, seperti kelas X-B atau X-C. 

In-group dan out-group terpisahkan dalam hubungan permusuhan. Individu anggota in-group menyebut diri “kami”, dan menyebut individu anggota out-group sebagai “mereka”. Permusuhan antara in group dan out group cenderung bersuasana kultural (budaya). Misalnya,antara pendatang dengan penduduk asli, antargeng, sampai permushan yang bernuansa SARA.

Berdasarkan jumlah anggota, sifat hubungan antaranggota, dan tujuannya, kelompok yang ada dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi:

a. Kelompok primer
Kelompok yang jumlah anggotanya sedikit, walaupun tidak setiap kelompok yang anggotariya sedikit adalah kelompok primer. Hubungan antaranggota bersifat personal  (saling kenal secara pribadi) dan mendalam, diwarnai oleh kerja sama, sering bertatap muka dalam waktu lama, sehingga terbangun keterlibatan perasaan yang dalam.

Tujuan berkelompok adalah membangun hubungan personal itu sendiri. Walaupun kadang terjadi konflik, namun masing-masing anggota kelompok primer menunjukkan perhatian yang tulus terhadap kesejahteraan sesama anggota. Jadi, hubungan dalam kelompok primer bersifat informal, intim/akrab, personal, dan total. 

Contoh kelompok primer  
  • Keluarga 
  • Kelompok teman
  • Sepermainan.
b. Kelompok sekunder
Kelompok yang jumlah anggotanya banyak. Hubungan antaranggota bersifat impersonal (tidak saling kenal secara pribadi), lebih diwarnai oleh kompetisi, jarang bertatap muka dalam waktu lama, sehingga tidak terbangun hubungan yang emosional. Hubungan yang ada lebih bersifat fungsional, artinya orang bukan dilihat dan segi “siapanya” melainkan lebih dilihat dan segi “apa kegunaannya” bagi pencapaian tujuan kelompok.

Tujuan berkelompok adalah untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga kelompok lebih berperan sebagai sarana bukan tujuan.

Hubungan dalam kelompok sekunder bersifat formal, impersonal, parsial, dan dilandaskan pada kemanfaatan kelompok semata.

Contoh kelompok sekunder
  • organisasi buruh, 
  • universitas,
  • sekolah, 
  • dan lain-lain.
Berdasarkan erat longgarnya ikatan antar kelompok yang ada dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi:

1. Paguyuban (gemeinschaft)
Kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal.

Ciri-ciri kelompok paguyuban :
- terdapat ikatan batin yang kuat antaranggota
- hubungan antar anggota bersifat informal

Tipe paguyuban
a.      Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood)
Contoh:
keluarga, kelompok kekerabatan.
Kelompok genealogis adalah kelompok yang terbentuk berdasarkan hubungan sedarah.
Kelompok genealogis memiliki tingkat solidaritas yang tinggi karena adanya keyakinan tentang kesamaan : nenek moyang.

b.      Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place)
Contoh:
Rukun Tetangga, Rukun Warga.
Komunitas adalah kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan lokalitas.
Contoh :
Beberapa keluarga yang berdekatan membentuk Rukun Tetangga. Selanjutnya sejumlah Rukun Tetangga membentuk RW (Rukun Warga)

c.      Paguyuban karena ideologi (gemeinschaft of mind)
      Contoh: partai politik berdasarkan agama

2. Patembayan (gesselschaft)
Kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek.

Ciri-ciri kelompok patembayan :
- hubungan antaranggota bersifat formal
- memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal
- memperhitungkan nilai guna (utilitarian)
- lebih didasarkan pada kenyataan social

Contoh patembayan : ikatan antara pedagang, organiasi dalam suatu pabrik atau industri

Berdasarkan pencapaian suatu tujuan kelompok yang ada dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi:

a.    Kelompok formal, merupakan kelompok yang memiliki peraturan-peraturan yang tegas dan dengan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antaranggotanya. Contoh kelompok formal: kelompok kerja, panitia, departemen kecil, dan tim proyek. Tujuan kelompok formal: peraturan-peraturan, keanggotaan, pemilihan pemimpin biasanya ditentukan oleh organisasi dalam ketentuan-ketentuan atau perintah organisasi ini.

b. Kelompok informal, merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan-pertemuan yang berulang dan merasa memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama. Ex: kelompok kecil (klik) dan kelompok pertemanan.

Kelompok Sosial Yang Tidak Teratur
a. Kerumunan (Crowd) 
   Kerumunan identik dengan semangat dan keinginan yang menyala-nyala yang cenderung merusak (destruktif). Namun, tidak semua kerumunan menciptakan kerusuhandan kekacauan. Menurut Herbert Blumer (1900-1987), ada empat tipe kerumunan, yaitu sebagai berikut.
  • Kerumunan tidak tetap (causal crowd) adalah kerumunan yang keberadaannya singakat dan terorganiasi longgar. Hal ini bersifat spontan. Contoh, kerumunan orang yang bersama-sama melihat rumah terbakar atau kecelakaan lalu lintas. 
  • Kerumunan konvensional (conventional crowd) adalah kerumunan yang terjadi secara terncana yang berperilaku teratur. Contohnya, para penonton sepak bola atau penonton pertunjukan teater. 
  • Kerumunan betindak (acting crowd) adalah kerumunan yang didasari pada permusuhan atau aktivitas destuktif. Contohnya, mob (kemunculan yang secara emoasional dan irasional yang muncul untuk menjalankan aksi penuh destruktif). 
  • Kerumunan ekspresif (expressive crowd) adalah kerumunan yang muncul untuk melampiaskan emosi dan ketegangan. Contohnya, para penonton konser musik rock

Kerumunan Aktif
Kerumunan jika ada kegelisahan dan ketegangan tertentu maka menjadi suatu dorongan subur untuk bangkitnya kerumunan aktif. Tidak adanya organisasi, pembagian kerja dan aturan-aturan tertentu dalam suatu kerumunan, maka dampaknya banyak sekali berakibat negatif/merusak. Kerumunan tidak rasional, yang ada hanyalah luapan emosi, tidak puas, kemarahan dan kejengkelan.

Refferensi :
http://www.artikelsiana.com/2014/09/pengertian-kelompok-jenis-jenis-kelompok.html
http://www.artikelsiana.com/2015/06/macam-macam-kelompok-sosial.html#


Senin, 16 November 2015

Tugas 6. Ilmu Sosial Dasar

Beberapa Pertanyaan Meliputi Masyarakat

1.  Berikan makna Individu, Keluarga, dan Masyarakat!

A.   Individu
Berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.

Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.

Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.

B.   Keluarga
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI 1998).

Kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara)

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :
·         Unit terkecil dari masyarakat
·         Terdiri atas 2 orang atau lebih
·         Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
·         Hidup dalam satu rumah tangga
·         Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
·         Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
·         Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing

Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :

  • Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga.
  • Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan terkadang sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
  • Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sbb :
·         Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
·         Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
·         Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
·         Sosialisasi antar anggota keluarga.
·         Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
·           Fungsi Pendidikan.
·           Fungsi Sosialisasi anak.
·           Fungsi Perlindungan.
·           Fungsi Perasaan.
·           Fungsi Religius.
·           Fungsi Ekonomis.
·           Fungsi Rekreatif.
·           Fungsi Biologis.

C.    Masyarakat
Dalam bahasa inggris, masyarakat disebut society. Asal kata socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.

Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan dalm suatu masyarakat.

  Pengertian masyarakat adalah :
·      Kumpulan sekian banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum dan kehidupan bersama.
·           Kesatuan sosial yang mempunyai hubungan erat
·          Kumpulan individu-individu yang mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup lama.

2.  Apa yang dimaksud dengan Masyarakat Industri dan Masyarakat Non Industri?

A.     Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembagian kerja sebagi dasar untuk mengklarifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya, tetapi ia lebih cenderung memergunakan dua taraf klarifikasi, yaitu sederhana dan yang kompleks. Masyarakat yang berada di antara keduanya daiabaikan (Soerjono Soekanto, 1982 :190).

Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat bertambah tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis juga menjadi cirri dari bagian/kelompok-kelompok masyarakat industri dan diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.

Laju pertumbuhan industri-industri berakibat memisahkan pekerja dengan majikan menjadi lebih nyata dan timbul konflik-konflik  yang tak terhindarkan, kaum pekerja membuat serikat-serikat kerja/serikat buruh yang diawali perjuangan untuk memperbaiki kondisi kerja dan upah. Terlebih setelah kaum industralis mengganti tenaga manusia dengan mesin.

B.     Masyarakat Non Industri
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :

a. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini juga disebut kelompok “face to face group”, sebab para anggota sering berdialog bertatap muka. Sifat interaksi dalam kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja dan tugas pada kelompok menenerima serta menjalankannya tidak secara paksa, namun berdasarkan kesadaran dan tanggung jawab para anggota secara sukarela.
Contoh-contohnya : keluarga, rukun tetangga, kelompok agama, kelompok belajar dan lain-lain.

b. Kelompok sekunder
Antaran anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu sifat interaksi, pembagian kerja, antaranggota kelompok diatur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasiomnal dan objektif.

Para anggota menerima pembagian kerja/tugas berdasarkan kemampuan dan keahlian tertentu, disamping itu dituntut pula dedikasi. Hal-hal tersebut dibutuhkan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contohnya: partai politik, perhimpunan serikat kerja/buruh, organisasi profesi dan sebagainya.  

Kelompok sekunder dapat dibagi dua yaitu :
-       kelompok resmi (formal group)
-       kelompok tidak resmi (informal group). 

Inti perbedaan yang terjadi adalah kelompok tidak resmi tidak berststus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) seperti lazim berlaku pada kelompok resmi.

3.  Apa yang dimaksud dengan masyarakat Majemuk?
Masyarakat Majemuk merupakan suatu masyarakat yang terdiri atas banyak struktur kebudayaan. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya suku bangsa yang memilik struktur budaya sendiri yang berbeda dengan budaya suku bangsa yang lainnya.

Pendapat dari beberapa ahli tentang pengertian masyarakat multikultural yaitu:
J.S.Furnivall menyatakan bahwa masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri- sendiri, tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam satu kesatuan politik.
Clifford Geertz menyatakan bawah masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang terbagi ke dalam subsistem-subsistem yang lebih kurang berdiri dan masing-masing subsistem terikat oleh ikatan-ikatan primordial.
J.Nasikun menyatakan bahwa suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara struktural memiliki subkebudayaan-subkebudayaan yang bersifat deverse yang di tandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari kesatuan-kesatuan sosial, serta sering munculnya konflik-konflik sosial.

Ciri-ciri masyarakat majemuk:
-     Mempunyai struktur budaya lebih dari satu.
-     Nilai-nilai dasar yang merupakan kesepakatan bersama sulit berkembang.
-     Sering terjadi konflik-konflik sosial yang berbau SARA.
-     Struktur sosialnya lebih bersifat nonkomplementer.
-     Proses integrasi yg terjadi berlangsung secara lambat.
-     Sering terjadi dominasi ekonomi, politik, dan sosial budaya.

Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Masyarakat Majemuk :
-     Keadaan geografis.
-     Pengaruh kebudayaan asing.
-     Kondisi iklim yang berbeda.

4.  Mengapa Masyarakat Desa cenderung melakukan urbanisasi?
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. 

Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.

Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. 

A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
·         Kehidupan kota yang lebih modern
·         Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
·         Banyak lapangan pekerjaan di kota
·         Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
·         Lahan pertanian semakin sempit
·         Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
·         Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
·         Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
·         Diusir dari desa asal
·         Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

C. Keuntungan Urbanisasi
·         Memoderenisasikan warga desa
·         Menambah pengetahuan warga desa
·         Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
·         Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa

D. Akibat urbanisasi
·           Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
·     Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
·          Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
·          Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi