1. Berikan makna
Individu, Keluarga, dan Masyarakat!
A. Individu
Berasal dari kata latin individuum
yang artinya tidak terbagi. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu
keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas,
yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu tidak akan jelas
identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang menjadi latar belakang
keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk
membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai
dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu
berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk
menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya
pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan
pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
B. Keluarga
Keluarga berasal dari bahasa
Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok
kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki
hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu,
dan anak-anak mereka.
Keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul
dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI 1998).
Kumpulan beberapa orang yang karena
terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu
gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh
gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara)
Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan
bahwa keluarga adalah :
·
Unit terkecil dari masyarakat
·
Terdiri atas 2 orang atau lebih
·
Adanya ikatan perkawinan atau
pertalian darah
·
Hidup dalam satu rumah tangga
·
Di bawah asuhan seseorang kepala
rumah tangga
·
Berinteraksi diantara sesama
anggota keluarga
·
Setiap anggota keluarga mempunyai
peran masing-masing
Berbagai peranan yang terdapat di
dalam keluarga adalah sebagai berikut :
- Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga.
- Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan terkadang sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
- Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Pada dasarnya tugas keluarga ada
delapan tugas pokok sbb :
·
Pemeliharaan fisik keluarga dan
para anggotanya.
·
Pemeliharaan sumber-sumber daya
yang ada dalam keluarga.
·
Pembagian tugas masing-masing
anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
·
Sosialisasi antar anggota keluarga.
·
Membangkitkan dorongan dan semangat
para anggotanya.
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
·
Fungsi Pendidikan.
·
Fungsi Sosialisasi anak.
·
Fungsi Perlindungan.
·
Fungsi Perasaan.
·
Fungsi Religius.
·
Fungsi Ekonomis.
·
Fungsi Rekreatif.
·
Fungsi Biologis.
C. Masyarakat
Dalam bahasa inggris, masyarakat
disebut society. Asal kata socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat
berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling
berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang
bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan
lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.
Dengan menggunakan pikiran, naluri,
perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan
lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan dalm suatu
masyarakat.
Pengertian masyarakat adalah :
· Kumpulan sekian banyak individu
yang terikat oleh satuan adat, hukum dan kehidupan bersama.
·
Kesatuan sosial yang mempunyai
hubungan erat
· Kumpulan individu-individu yang
mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup lama.
2.
Apa yang
dimaksud dengan Masyarakat Industri dan Masyarakat Non Industri?
A. Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembagian kerja sebagi
dasar untuk mengklarifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya,
tetapi ia lebih cenderung memergunakan dua taraf klarifikasi, yaitu sederhana
dan yang kompleks. Masyarakat yang berada di antara keduanya daiabaikan
(Soerjono Soekanto, 1982 :190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda
bahwa kapasitas masyarakat bertambah tinggi. Solidaritas didasarkan pada
hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah
mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis juga menjadi cirri dari
bagian/kelompok-kelompok masyarakat industri dan diartikan dengan kepandaian/keahlian
khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas
tertentu.
Laju pertumbuhan industri-industri berakibat memisahkan
pekerja dengan majikan menjadi lebih nyata dan timbul konflik-konflik yang tak terhindarkan, kaum pekerja membuat
serikat-serikat kerja/serikat buruh yang diawali perjuangan untuk memperbaiki
kondisi kerja dan upah. Terlebih setelah kaum industralis mengganti tenaga
manusia dengan mesin.
B. Masyarakat Non Industri
Secara garis
besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat
digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
a. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin
lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini juga disebut
kelompok “face to face group”, sebab para anggota sering berdialog bertatap
muka. Sifat interaksi dalam kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih
berdasarkan simpati. Pembagian kerja dan tugas pada kelompok menenerima serta
menjalankannya tidak secara paksa, namun berdasarkan kesadaran dan tanggung
jawab para anggota secara sukarela.
Contoh-contohnya : keluarga, rukun tetangga, kelompok
agama, kelompok belajar dan lain-lain.
b. Kelompok sekunder
Antaran anggota kelompok sekunder, terpaut saling
hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena
itu sifat interaksi, pembagian kerja, antaranggota kelompok diatur atas dasar
pertimbangan-pertimbangan rasiomnal dan objektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/tugas berdasarkan
kemampuan dan keahlian tertentu, disamping itu dituntut pula dedikasi. Hal-hal
tersebut dibutuhkan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di
flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contohnya: partai
politik, perhimpunan serikat kerja/buruh, organisasi profesi dan
sebagainya.
Kelompok sekunder dapat dibagi dua yaitu :
- kelompok resmi (formal group)
- kelompok tidak resmi (informal group).
Inti perbedaan yang terjadi adalah kelompok tidak resmi
tidak berststus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran
Rumah Tangga (ART) seperti lazim berlaku pada kelompok resmi.
3. Apa
yang dimaksud dengan masyarakat Majemuk?
Masyarakat
Majemuk merupakan suatu masyarakat yang terdiri atas banyak struktur
kebudayaan. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya suku bangsa yang memilik
struktur budaya sendiri yang berbeda dengan budaya suku bangsa yang lainnya.
Pendapat dari
beberapa ahli tentang pengertian masyarakat multikultural yaitu:
J.S.Furnivall menyatakan bahwa masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat
yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri- sendiri, tanpa ada
pembauran satu sama lain di dalam satu kesatuan politik.
Clifford Geertz menyatakan bawah masyarakat majemuk merupakan masyarakat
yang terbagi ke dalam subsistem-subsistem yang lebih kurang berdiri dan
masing-masing subsistem terikat oleh ikatan-ikatan primordial.
J.Nasikun menyatakan bahwa suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh
masyarakat tersebut secara struktural memiliki subkebudayaan-subkebudayaan yang
bersifat deverse yang di tandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang
disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari
kesatuan-kesatuan sosial, serta sering munculnya konflik-konflik sosial.
Ciri-ciri
masyarakat majemuk:
-
Mempunyai
struktur budaya lebih dari satu.
-
Nilai-nilai
dasar yang merupakan kesepakatan bersama sulit berkembang.
-
Sering
terjadi konflik-konflik sosial yang berbau SARA.
-
Struktur
sosialnya lebih bersifat nonkomplementer.
-
Proses
integrasi yg terjadi berlangsung secara lambat.
-
Sering
terjadi dominasi ekonomi, politik, dan sosial budaya.
Faktor-Faktor
Penyebab Timbulnya Masyarakat Majemuk :
-
Keadaan
geografis.
-
Pengaruh
kebudayaan asing.
-
Kondisi
iklim yang berbeda.
4. Mengapa
Masyarakat Desa cenderung melakukan urbanisasi?
Urbanisasi adalah
perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup
serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan
kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Untuk mendapatkan
suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus
mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa,
impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh
tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor
pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik
perhatian atau faktor penarik.
A. Faktor Penarik
Terjadinya Urbanisasi
·
Kehidupan kota yang lebih modern
·
Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
·
Banyak lapangan pekerjaan di kota
·
Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan
berkualitas
B. Faktor
Pendorong Terjadinya Urbanisasi
·
Lahan pertanian semakin sempit
·
Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
·
Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
·
Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
·
Diusir dari desa asal
·
Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C.
Keuntungan Urbanisasi
·
Memoderenisasikan
warga desa
·
Menambah pengetahuan warga desa
·
Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
·
Mengimbangi
masyarakat kota dengan masyarakat desa
D.
Akibat urbanisasi
· Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru
dipinggiran kota
· Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak
mempunyai pekerjaan tetap)
· Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi
persyaratan kesehatan
· Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial
dan kriminal
DAFTAR
PUSTAKA
- Wahyu, Ramdani, M.Ag.,M.Si. ISD (Ilmu Sosial Dasar). Pustaka Setia. Bandung : 2007
- Soelaeman, M. Munandar. Ilmu Sosial Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Refika Aditama. Bandung : 2004
- www.google.com. Pengertian masyarakat. Website: Universitas Guna Darma
- http://abyfarhan7.blogspot.com/2011/12/pengertian-individu-keluarga-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar